Ada satu keberadaan yang sangat istimewa dalam keluarga Kyoho—Xiahei, Liaofeng, Jumeigui, Fujiminori, semuanya berwarna ungu-hitam atau ungu-merah. Hanya satu ini, buah yang dihasilkan berwarna kuning keemasan. Inilah Zuijinxiang, keturunan Shenyang Rose dan Kyoho, membawa garis keturunan asli keluarga Kyoho, namun tumbuh sangat berbeda dari anggota keluarga lainnya.
Yang lebih istimewa adalah aromanya. Sebagian besar varietas keluarga Kyoho beraroma stroberi atau mawar, Zuijinxiang justru beraroma melati. Sekali gigit, daging buah lembut meledak jus, mulut penuh aroma melati, tingkat pengenalan tinggi sampai sekali mencoba tidak akan lupa. Namun di toko buah jarang terlihat, mengapa? Hari ini mari kita bahas varietas yang enak tapi tidak ada yang berani menanam banyak ini.
Satu, Seberapa Enak Sebenarnya?
Cita rasa Zuijinxiang termasuk kelas utama dalam keluarga Kyoho.
Sangat manis, kadar gula 18%-20%, tetapi bukan manis yang membuat enek, aroma melati menyertai dari awal hingga akhir, ditambah tekstur daging lembut yang meledak jus, lapisan rasanya sangat kaya. Kyoho adalah klasik keseimbangan asam-manis, Shine Muscat adalah tolok ukur manis murni dan renyah keras, Zuijinxiang menempuh jalan lain—manis pekat, lembut, harum hingga memabukkan. Penilaian orang yang pernah mencobanya umumnya sangat tinggi, baik dijual eceran maupun ke supermarket, pelanggan setia banyak.
Dua, Lalu Mengapa yang Menanam Tidak Banyak?
Kelemahan terbesar: tidak tahan transportasi.
Daging buah Zuijinxiang cenderung lunak, kulitnya tipis dan berair banyak, setelah dipetik tidak bisa disimpan lama. Sama-sama dari daerah asal ke supermarket, Xiahei mampu bertahan, Tengren mampu bertahan, tetapi ia tidak bisa. Pedagang grosir enggan menerimanya, toko buah tidak berani menjualnya, sebagian besar pasar menolaknya. Karakteristik ini menentukan bahwa ia tidak bisa melalui saluran distribusi besar, hanya bisa diserap di sekitar lokasi. Seorang pemilik kebun petik pernah berkata: "Orang lain khawatir tidak laku, saya khawatir tidak cukup untuk dijual. Orang yang datang ke kebun saya, setelah mencoba Zuijinxiang, varietas lain tidak dilihat lagi."
Tidak tahan penyimpanan.
Masa simpan setelah panen pendek, pada suhu ruang setelah dua sampai tiga hari rasa mulai menurun. Jika supermarket penjualannya lambat, tingkat kerusakan tinggi. Cocok untuk dimakan langsung setelah dipetik, atau dipetik lalu segera dijual.
Tiga, Cocok untuk Siapa?
Sangat direkomendasikan untuk kebun petik.
Aroma melati kuat, cita rasa enak, pengunjung yang mencoba langsung membeli, pelanggan setia banyak. Tidak perlu mempertimbangkan transportasi jarak jauh, justru memanfaatkan keunggulannya. Banyak kebun petik menjadikannya varietas unggulan untuk dipromosikan.
Sangat cocok untuk pekarangan rumah.
Menanam sendiri untuk konsumsi sendiri, bisa menikmati buah yang benar-benar matang, cita rasanya lebih baik daripada yang di pasaran. Bulan Agustus saat panen, seluruh pekarangan harum semerbak.
Pinggiran kota juga bisa menanam.
Dekat dengan pasar konsumen, bisa melalui pembelian kolektif komunitas, pasokan langsung ke toko buah, semuanya tidak masalah.
Yang jauh dari pasar dan melalui saluran grosir, tidak disarankan menanam dalam skala besar. Tidak tahan transportasi adalah kelemahan fatal, kerugian tinggi, harga ditekan keras, tidak menguntungkan.
Empat, Saran
Zuijinxiang enak, tetapi menanamnya dengan baik memerlukan teknik.
Bagi pemula yang belum memiliki pengalaman manajemen pembentukan buah, disarankan untuk mencoba menanam dalam skala kecil terlebih dahulu untuk mempelajari polanya; sedangkan bagi pemilik kebun petik yang berpengalaman, asalkan masalah penjagaan buah teratasi, ia pasti merupakan "varietas andalan" yang dapat membantu Anda mempertahankan pelanggan setia.
Pembungkusan buah harus dilakukan lebih awal.
Kulit buah Zuijinxiang tipis, berair banyak, aroma melati kuat, risiko serangan burung dan hama cukup tinggi. Pekerjaan pembungkusan sebaiknya dilakukan setelah buah berukuran sebesar kacang kedelai dan setelah penjarangan buah selesai. Pembungkusan lebih awal dapat mencegah burung dan hama, sekaligus menjaga kehalusan permukaan buah.
Lima, Kesimpulan
Zuijinxiang adalah varietas yang membuat orang mencintai sekaligus membencinya. Mencintainya karena aroma melati dan sensasi ledakan jusnya, membencinya karena terlalu manja dan tidak tahan perlakuan kasar. Namun dari sudut pandang lain, justru karena tidak tahan transportasi, ia menjadi harta karun untuk kebun petik dan penanaman di pekarangan—hanya bisa bertahan di dekat daerah produksi, mengandalkan cita rasa untuk mempertahankan pelanggan setia.